Cara Menghitung SHU (Sisa Hasil Usaha)


Koperasi Simpan Pinjam – Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara menghitung SHU (Sisa Hasil Usaha) koperasi, mungkin anda sudah tidak asing lagi dan sering mendengar apa itu koperasi. Perlu anda ketahui bahwa didalam sebuah koperasi ada yang namanya sisa hasil usaha (SHU), mungkin sebagian dari anda masih belum mengerti mengenai cara perhitungan dari sisa hasil usaha.



Maka dari itu, kali ini saya akan menjelaskan tentang cara perhitungan secara  jelas dan lengkap. Nah, untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi adalah pendapatan koperasi yang didapat dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak  dalam tahun buku yang bersangkutan. Sisa hasil usaha (SHU) bukanlah suatu deviden yang merupakan keuntungan yang didapat dari hasil menanam saham seperti yang sudah terjadi pada PT, tetapi SHU merupakan keuntungan usaha yang telah dibagi sesuai dengan aktivitas ekonomi pada anggota koperasi. Sehingga besaran SHU yang akan diterima oleh setiap anggota koperasi tentu berbeda, besar atau kecilnya nominal yang diperoleh dari SHU tergantung dari seberapa besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota pada pembentukan pendapatan koperasi.

Baca juga: Menghitung Pendapatan Per Kapita

Maksudnya yaitu semakin besar biaya  transaksi seorang anggota dengan koperasinya, maka akan semakin besar pula SHU yang diperoleh  anggota tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan swasta, dimana deviden yang didapat oleh pemilik saham adalah proporsional, tergantung dari besarnya modal yang telah dimiliki. Hal ini termasuk salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha yang lainnya.

Cara Menghitung SHU

Untuk dapat menghitung SHU koperasi, maka yang perlu anda perhatikan adalah :



  • SHU itu sendiri, berasal dari pendapatan anggota dan bukan anggota.
  • Yang merupakan pendapatan anggota yaitu jasa usaha dan jasa modal. Karena pada tiap anggota koperasi akan mendapatkan SHU yang sesuai dengan partisipasinya baik itu jasa usaha ataupun jasa modal.

Cara Menghitung Jasa Usaha semua anggota
= % Jasa usaha x SHU
Cara Menghitung Jasa Modal semua anggota
% Jasa modal  SHU

Untuk dapat menghitung SHU pada salah satu seorang anggota koperasi, terlebih dulu dicari jasa dan usahanya secara perseorangan lalu dibandingkan dengan seluruh penjualan dan modal anggota koperasi.

Jasa usaha seorang anggota koperasi.
= (pembelian : penjualan anggota koperasi) x jasa usaha semua anggota koperasi.
Jasa modal seorang anggota koperasi
= (simpanan : modal anggota koperasi) x jasa modal semua anggota koperasi..
Contoh soal : ( Exs)

4 Hal Yang Menjadi Prinsip SHU Koperasi :

Setidaknya ada 4 prinsip mendasar yang menajadi landasan dalam pembagian SHU koperasi, dan berikut ini adalah ke 4 prinsip tersebut lengkap beserta penjelasanya:

1. SHU yang dibagikan bersumber dari anggota koperasi.
Umumnya SHU yang dibagikan untuk seorang anggota koperasi bersumber dari anggota itu sendiri. Sedangkan untuk SHU yang sifatnya bukan yag berasal dari trasaksi dega aggota koperasi pada dasarnya tidak dibagikan kepada anggota, namun dijadikan sebagai cadangan koperasi.

2. SHU anggota merupakan jasa dari modal dan transaksi usaha yang dijalankan anggota sendiri.
SHU yang diperoleh setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yag di investasikanya dan hasil dari transaksi yang dilakukan anggota koperasi. Oleh sebab itu, diperlukan penentuan proporsi SHU untuk jasa modal dan jasa transaksi usaha yang yang akan diberika kepada para anggota koperasi.



3. Pembagian SHU anggota koperasi dilakukan secara transparan dan terbuka.
Dalam proses perhitungan SHU per-anggota dan jumlah SHU yang dibagikan pada aggota koperasi harus di umumkan secara transparan atau terbuka, sehingga setiap anggota koperasi bisa degan mudah untuk  menghitung secara kuantitatif berapa besaran partisipasiya pada koperasi.

4. SHU anggota koperasi dibayar secara tunai.
SHU yang akan dibagikan per anggota harus diberikan secara tuai, karena dengan begitu koperasi telah membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada para anggotanya ataupun pada masyarakat yang menjadi mitra bisnisnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published.