Cara Menghitung Volume Pondasi Dan RAB


Menghitung Volume Pondasi – Setelah pada pembahasan berikutnya kami sudah menginformasikan tentang berbagai cara pada bidang matematika, pada kesempatan kali ini kami akan membahas bidang lain yang berhubungan dengan properti dan rumah, yakni cara menghitung volume pondasi rumah.



Rumah adalah hunian tempat tinggal yang menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Maka dari itu, banyak sekali orang yang mulai berpisah dengan orang tuanya dan sudah  mulai memikirkan untuk membeli atau menyewa rumah. Selain banyak yang membeli rumah yang sudah sudah jadi, banyak pula yang membangun rumah dari nol karena sudah mempunyai lahan atau hanya membeli lahan dan memang berpikiran membangun rumah yang sesuai dengan keinginan.

Berkaitan dengan rumah, kali ini kami akan membahas informasi terkait awal pembangunan rumah, atau yang biasa disebut sebagai pondasi. Bagi anda yang ingin membangun sebuah rumah atau gedung sudah tentu mengenal istilah pondasi. Pondasi merupakan sebuah struktur bangunan yang berada paling bawah dan dapat dikatakan sebagai beban utama untuk bangunan tersebut. Pondasi menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah kekuatan bangunan.

Baca juga: Cara Menghitung RAB Rumah

Maksudnya adalah apabila pondasi bangunan tersebut kuat, maka rumah atau bangunan tersebut juga akan berdiri kokoh. Begitu sebaliknya, apabila pondasi bangunan tersebut tidak kuat, maka sudah dapat dipastikan jika bangunan tersebut akan mudah roboh. Untuk membuat pondasi pun juga harus memperhitungkan beberapa hal, misalnya kondisi tanah yang sedang dibangun.

Untuk dapat mengetahui kondisi tanah tersebut harus dilakukan pengecekan memakai alat yaitu sordir ataupun SPT. Sesudah data didapat, barulah melakukan perhitungan.Untuk pondasi itu sendiri memiliki banyak jenis yaitu : pondasi telapak, pondasi cakar ayam, pondasi menerus, pondasi tiang pancang, bor pile, strauss pile dll.

Baca juga: Cara Menghitung Luas Tanah

Pondasi dibagi berdasarkan kondisi tanahnya, berikut adalah perbedaanya:



  • Pondasi dangkal, apabila tanah yang terdapat di lokasi adalah tanah yang keras dan memiliki kedalaman yang tidak lebih dari 3 meter. Untuk pondasi dangkal ini kita dapat menggunakan pondasi telapak ataupun strauss pile dan bisa juga menggunakan cakar ayam. Sebab pondasi-pondasi tersebut termasuk kategori pondasi dalam. Pondasi dangkal ini hanya bisa di terapkan pada tanah yang keras. Bukan tanah gambut ataupun sejenisnya dan pondasi ini hanya bisa digunakan untuk bangunan di atasnya yang memiliki beban tidak terlalu besar.
  • Pondasi dalam, apabila tanah yang terdapat di lokasi adalah bukan tanah yang keras dan juga mempunyai kedalaman yang cukup dalam bahkan dapat mencapai belasan atau puluhan meter dari muka tanah. Untuk pondasi dalam dapat menggunakan pondasi tiang pancang dan bor pile. Pondasi dalam ini hanya bisa diterapkan pada tanah yang lunak seperti tanah gambut ataupun sejenisnya. Dan pondasi ini juga cocok digunakan pada bangunan-bangunan dengan beban yang besar.

Dari semua jenis-jenis pondasi diatas tentunya, memiliki kelebihan ataupun kekurangan masing-masing. Terlebih pada pondasi dalam yaitu tiang pancang dan bor pile. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan pada pondasi tiang pancang dan bor pile :

Tiang Pancang

Kelebihan :



Leave a Reply

Your email address will not be published.