Cara Menghitung Lembur Beserta Contohnya


Cara Menghitung Upah Lembur Harian – Lembur atau sering disebut dengan istilah Overtime (OT) adalah pengertian dari bekerja melebihi batas waktu yang telah ditentukan oleh Undang-Undang atau peraturan Pemerintah di negara yang bersangkutan. Lembur perlu direncanakan dengan baik supaya tidak merugikan perusahaan, dikarenakan biaya lembur pasti lebih tinggi dari waktu kerja biasanya.



Dan oleh karenanya, mengetahui cara menghitung lembur penting diketahui, terutama untuk membantu manajemen dalam merencanakan jadwal dan kapasitas produksi yang sesuai anggaran operasional produksi.

Lembur biasanya terjadi karena :

  1. Adanya pesanan (order) yang melebihi kapasitas produksi pada waktu kerja normal.
  2. Kurangnya tenaga kerja, yang akibatnya tenaga kerja lainnya harus mengerjakan pekerjaan lebih.
  3. Adanya kerusakan mesin, alat produksi atau masalah lain yang menghambat kelancaran produksi.
  4. Kekurangan material saat produksi, hingga membutuhkan waktu kerja lebih untuk menutup kekurangan produksi saat material tiba.
  5. Rendahnya produktivitas kerja.

Baca juga: Cara Menghitung Gaji

Cara Menghitung Lembur Dalam Excel

Ketetapan yang telah dibuat oleh pemerintah adalah sebuah dasar yang wajib dilaksanakan oleh setiap perusahaan yang memperkerjakan para karyawannya diluar dari jam kerja normal. Pembayaran yang telah diberikan kepada karyawan tersebut seringkali terjadi tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu sebabnya yaitu karena minimnya pengetahuan terhadap ketetapan tersebut sehinga banyak  sekali proses perhitungan yang menyalahi aturan tersebut.



Ketetapan Lembur Untuk Karyawan

Secara umum, lembur merupakan kompensasi yang diberikan oleh para perusahaan kepada para karyawan yang bekerja melebihi waktu kerjanya, pada hari libur ataupun hari libur nasional

Di Indonesia, jam kerja karyawan diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan khususnya pada Pasal 77 (1) yang bunyinya :

1)  7 jam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau

2)  8 jam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Perhitungan lembur juga diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan No. KEP.102/MEN/VI/2004 yang dalam Pasal 8 mengatur perhitungan upah lembur bulan menyatakan :



  1. Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan.
  2. Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.

Cara perhitungan upah kerja lembur berdasarkan Pasal 11 adalah :

1) Bila lembur dilakukan pada hari kerja, maka :

  1. Untuk jam kerja lembur pertama, harus dibayar upah sebesar satu setengah kali upah sejam;
  2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya, harus dibayar upah sebesar dua kali upah sejam.

2) Bila lembur dilakukan pada istirahat mingguan/hari libur resmi untuk waktu kerja 6 hari kerja 40 jam seminggu, maka :



Leave a Reply

Your email address will not be published.