Cara Menghitung Gaji Karyawan dengan Rumus Excel Beserta Contoh Kasus


Menghitung Gaji Karyawan – Di zaman sekarang ini tidak ada yang gratis. Semua orang bekerja karena ada kompensasi. Karyawan yang bekerja pun berhak untuk mendapatkan gaji atau upah setiap bulan sebagai ganti usahanya dalam membesarkan perusahaan dimana ia bekerja.  Pasal 1 ayat 30 UU Nomor 13 Tahun 2003  telah menjelaskan bahwa upah atau gaji dinyatakan berupa uang sebagai imbalan dari pengusaha kepada para karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan sesuai dengan perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan.

Bagi para karyawan, mengerti komponen gaji dan mengerti cara menghitung gaji adalah sesuatu yang harus dilakukan. Tak hanya sekedar bekerja lalu menerima gaji, namun mereka harus cerdas dalam memahami komponen  gaji ataupun cara menghitung gaji.

Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan cara menghitung gaji pegawai ataupun karyawan berdasarkan hari kerja memakai rumus excel. Date  & time NETWORKDAYS. Rumus excel NETWORKDAYS ada rumus excel yang digunakan  untuk menghitung jumlah hari kerja dengan ketentuan 5 hari kerja dalam satu minggu ( kecuali hari libur sabtu dan minggu ) ataupun hari libur nasional.

Dengan menggunakan rumus excel NETWORKDAYS komputer anda dapat menentukan tanggal di hari sabtu ataupun minggu secara otomatis, sehingga anda dapat menghitung hari kerja secara mudah dan simple.

Baca juga: Cara Menghitung Pesangon Karyawan PHK

Untuk bisa mengetahui cara menghitung lebih jelasnya maka bisa anda lihat tabel dibawah ini :

Selanjutnya, terlebih dahulu kita menghitung hari kerja berdasarkan tanggal mulai kerja hingga sampai tangga terakhir bekerja setiap bulannya.

Syntak penulisan + NETWORKDAYS (start_date:end_date:holidays).

Keterangan :

  • Start­_date : Tanggal pertama kerja
  • End_date : Tanggal terakhir kerja
  • Holidays : Untuk menambahkan hari libur kecuali hari sabtu dan minggu (hari libur nasional jika ada)

Pada cell E4 ketikkan rumus = NETWORKDAYS(C4;D4;C11)

C4 : Tanggal pertama kerja
D4 :Tanggal terakhir lerja
C11 : Hari libur nasional seperti contoh diatas tanggal 25/12/14 hari natal

Berikutnya yaitu menambahkan simbol alamat cell absolute ($) pada cell hari libur $C$11 karena untuk setiap karyawan yang libur pada tanggal merah agar pada saat kita drag rumusnya akan tetap.

Rumusnya menjadi = NETWORKDAYS(C4;D4;$C$11)

Berikutnya untuk dapat mempercepat pengerjaan rumus karyawan lain, kita drag rumusnya.

Masukkan gaji perhari masing-masing karyawan.

Total Gaji Rumusnya cell G1 ketikkan rumus = E4*F4

Contoh hasilnya adalah sebagai berikut ini :

Nb : Jangan sampai anda memasukkan tanggal, misalnya bulan yang tanggalnya hanya 30 lalu ditulis 21 karena nanti hasilnya akan menjadi error #VALUE

Perhitungan gaji ini sangatlah penting untuk  perusahaan itu sendiri maupun bagi para karyawan, selain dapat membuat pengeluaran perusahaan lebih jelas, dari sisi karyawan sendiri akan lebih jelas gaji yang akan mereka dapatkan nantinya. Di Indonesia sendiri ada beberapa macam jenis gaji yang biasa dikenal oleh masyarakat, yaitu gaji pokok, tunjangan, lembur dan lain sebagainya. Nah,  untuk lebih jelasnya mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Komponen Gaji

Untuk para karyawan, mengetahui komponen gaji merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Tak sekedar bekerja kemudian memperoleh gaji, namun mereka mesti menjadi cerdas memahami komponen apa saja yang menjadi penyusun gaji yang diterima. Pada prinsipnya komponen gaji meliputi gaji pokok ditambah tunjangan tetap. Sehingga gaji pokok setidaknya sebesar 75 % dari jumlah gaji yang diterima sesuai dengan Pasal 94 Undang-Undang No. 13/2003.

Beberapa komponen penyusun gaji yaitu :

  • Gaji Pokok

Gaji pokok merupakan gaji dasar yang ditentukan sesuai dengan jabatan atau tugas tertentu. Jabatan mencerminkan tingkat kesulitan dan tanggung-jawab pekerjaan yang diemban. Makin tinggi jabatan maka makin berat juga tanggung-jawab pekerjaan yang dipikul. Kompetensi pekerja pun dapat digunakan sebagai acuan memberikan jabatan kepada seorang pegawai.

  • Tunjangan

Tunjangan merupakan pelengkap dari gaji pokok. Tunjangan lebih berfungsi secara sosial dan juga fungsi insentif. Banyak tunjangan bisa diberikan kepada para pegawai diantaranya : Tunjangan Jabatan, Tunjangan Transport, Tunjangan Makan, Tunjangan Lain-lain. Tunjangan pun ada yang bersifat tetap yang diberikan setiap bulan dan tunjangan tak tetap dimana ada persyaratan tertentu agar pekerja bisa mendapatkannya.

  • Potongan

Potongan umumnya diambil disebabkan adanya beberapa hal terkait dengan pegawai. Berbagai macam potongan yang umum diberlakukan antara lain : Potongan Pajak Penghasilan, Potongan Iuran Kesehatan, Potongan Iuran Hari Tua, Iuran BPJS dan lainnya.

  • Uang Lembur

Lembur pun bisa ditambahkan untuk melengkapi gaji total yang diperoleh pekerja. Uang tambahan ini akan diberikan jika pekerja bekerja melebihi standar jam kerja yang umum.

Baca juga: Cara Menghitung Uang Lembur

Berikut akan diberikan contoh perhitungan gaji karyawan. Untuk dapat menghitung jumlah penghasilan yang diterima karyawan harus dicari beberapa hal mulai dari gaji pokok, uang lembur, tunjangan transport, penggantian pengobatan jika ada, potongan BPJS, potongan PPh Pasal 21.

Misalnya pak Arman bekerja di PT. Tenun Sutera dengan jam kerja selama sebulan sebanyak 194 jam dan memperoleh gaji pokok Rp 1.730.000. Kemudian memperoleh uang lembur sebesar Rp 375.000, penggantian pengobatan Rp 250.000, uang transport Rp 500.000. Bila semua tadi dijumlahkan maka jumlah gajinya sebesar Rp 2.855.000.

Namun itu belum dikurangi dengan beberapa potongan yang meliputi iuran BPJS Rp 17.300 dan PPH pasal 21 sebesar Rp 79.450. Jumlah potongan sebesar Rp 96.750 yang nantinya digunakan sebagai pengurang. Sehingga jumlah gaji pak Arman yang bisa dibawa pulang sebesar Rp 2.855.000 – Rp 96.750 = Rp 2.758.250.

Advertisement

Leave a Comment