Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tema Alam Semesta


Teks LHO Tentang Alam Semesta – Laporan hasil observasi merupakan sebuah bacaan yang di dalamnya berisi penjelasan dan informasi mengenai objek tertentu. Objek tersebut bisa berupa tumbuhan, lingkungan, hewan, dan lain sebagainya. Contoh teks laporan hasil obervasi akan kami sajikan pada artikel ini.



Dalam contoh teks hasil observasi ini, akan anda temui pemaparan subjek secara sistematik dan objektif yang sesuai dengan fakta dan klasfifikasi hasil pengamatan. Namun sebelum membahas contohnya, mari kita pelajari dulu struktur, kaidah atau unsur, ciri-ciri, dan tujuan dari teks laporan hasil observasi.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Secara urutannya, struktur teks laporan hasil observasi meliputi :

  1. Pernyataan Umum atau Klasifikasi. Sebagai pembuka, bagian klasifikasi akan memberikan definisi atau informasi mengenai hasil pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Paragraf yang Terdiri dari Aspek yang Dilaporkan. Bagian ini tersusun berdasarkan rincian informasi dari hasil observasi yang telah dilakukan. Secara detail, paragraf-paragraf tersebut akan berisi tentang urutan klasifikasi atau penggolongan mulai dari kelas yang terbesar sampai yang paling kecil. Contohnya, penggolongan objek observasi yang diikuti dengan beberapa faktor seperti faktor lingkungan, perilaku, peran, genetik, fungsi, fisik, atau kepribadian objek tersebut.

Kaidah atau Unsur Teks Laporan Hasil Observasi

Kaidah atau unsur yang terkandung dalam teks laporan hasil observasi, yaitu:

  1. Bersifat secara menyeluruh atau global, tidak cenderung kepada sebuah pihak atau golongan apapun.
  2. Merupakan hasil pengamatan yang terbaru.
  3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan bahasa percakapan sehari-hasil.
  4. Objek yang diamati merupakan objek tunggal.
  5. Tanpa bagian penutup dari pengarang teks

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Yang membedakan teks laporan hasil observasi dengan jenis teks pada umumnya adalah :

  1. Objektif. Laporan disusun berdasarkan keadaan objek pengamatan tanpa adanya pengaruh atau pandangan pribadi dari si penyusun teks tersebut.
  2. Faktual. Selain objektif, laporan juga disusun berdasarkan fakta yang ada di lapangan supaya mudah diuji kebenarannya dan bisa dipertanggungjawabkan.
  3. Sistematik. Laporan disusun secara rapi dan berurutan. Selain itu, laporan juga sesuai dengan standar penulisan teks laporan hasil observasi.
  4. Ada Objek. Seperti yang telah kami jelaskan diatas, objek yang bisa diobservasi meliputi hewan, tumbuhan, atau objek lain yang terdapat di lingkungan dan alam semesta.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

Setiap pengamatan sudah pasti mempunyai tujuan. Tujuan tersebut dimuat dalam laporan hasil observasi yang berupa sebuah teks.



Secara umum, observasi bertujuan untuk memberikan informasi mengenai suatu objek tertentu berdasarkan fakta yang ada dan mencari pemecahan masalah berupa hipotesis.

Adapun tujuan lain dari observasi adalah sebagai berikut:

  1. Menemukan sebuah cara atau teknik baru yang belum pernah dipakai sebelumnya.
  2. Mengambil hasil keputusan yang lebih efetif dengan observasi.
  3. Mencari tahu mengenai perkembangan masalah tertentu.
  4. Mengawasi dan memperbaiki.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Alam

Beruang Madu

Beruang madu merupakan jenis beruang yang paling kecil di antara delapan jenis beruang yang ada di dunia. Tinggi tubuh beruang madu hanya mencapai 140 cm, dengan tinggi punggung sekitar 70 cm dan bobotnya antara 50 sampai 65 kg.

Bulu beruang madu cenderung lebih pendek namun berkilau dan terlihat menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali telapak kaki. Terdapat ciri yang sangat khas pada tubuh beruang ini, yaitu sebuah tanda berwarna jingga yang berada tepat di bagian bawah leher.

Beruang madu ini biasa hidup di pepohonan. Mereka mampu bergerak dengan kecepatan 48 km/jam dan mempunyai tenaga yang sangat kuat. Karena tergolong hewan mamalia, betina-betina beruang madu akan menyusui bayi mereka setelah beranak.

Hewan yang satu ini tergolong pemakan segala. Sesuai namanya, beruang madu ini biasa mengonsumsi madu. Selain itu, mereka juga mengonsumsi beragam buah dan tumbuhan dalam hutan hujan tropis termasuk tumbuhan palem.



Tidak hanya madu dan tanaman saja, beruang madu ini juga suka memakan serangga, burung, dan binatang-binatang kecil lainnya.

Meskipun mempunyai tenaga yang kuat, beruang madu tergolong hewan yang sangat mudah diserang. Saat ini mereka sudah terancam punah karena habitat asilnya telah hilang dan rusak.

Bulan

Bulan merupakan satelit alami planet Bumi. Bulan selalu bergerak dengan memutari porosnya, Bumi, setiap 27,3 hari. Oleh karena itu, bulan tidak akan terlihat di belah Bumi yang sama sepanjang waktu.

Perputaran bulan mengelilingi Bumi juga akan membuatnya hanya terlihat di malam hari saja. Saat malam, bulan seakan-akan terlihat seperti mempunyai cahayanya sendiri. Padahal, cahaya tersebut merupakan pantulan dari sinar matahari.



Di bulan, kita tidak akan menemukan air, udara, dan sistem pelindung sekuat lapisan atmosfer yang melindungi permukaan bulan dari benturan benda-benda langit, seperti asteoroid atau komet. Oleh sebab itulah, di Bulan tidak ada kehidupan sama sekali.

Benturan dari benda langit tersebut menyebabkan kawah-kawah di permukaan bulan. Kawah yang terbesar adalah Clavius. Kawah ini mempunyai diameter sejauh 230 km dan kedalaman sedalam 3,6 km.

Struktur bulan mulai dari yang paling dalam adalah inti, mantel, dan kerak. Inti bulan mempunyai bagian dalam yang sangat keras setebal 240 km dan bagian luar yang berupa cairan setebal 300 km. Di dalam inti bulan juga terdapat kandungan besi yang cukup banya.

Selain itu, terdapat mantel yang sangat tebal. Mantel ini disusun oleh sedikit logam besi dan banyak mineral silikat. Kemudian bagian yang terluar adalah kerak. Kerak bulan tersusun dari bebatuan granit dan mineral kalsium dengan ketebalan sekitar 48 sampai 74 km.

Jarak antara bulan dengan Bumi sangatlah jauh. Apabila dihitung dari pusat bulan ke pusat bumi, jaraknya adalah sekitar 384.405 km atau sejauh 30 kali diameter Bumi. Meskipun sangat jauh, bulan masih dalam jangkauan gaya gravitasi Bumi tetapi ia tak akan jatuh menimpa porosnya.

Hal semacam ini bisa terjadi karena gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh pergerakan bulan mengelilingi Bumi. Gaya sentrifugal ini sedikit lebih besar dibandingkan tarikan gravitasi Bumi, sehingga bulan akan tetap pada tempatnya.

Gaya sentrifugal inilah yang juga menyebabkan bulan bergerak semakin menjauhi bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm setiap tahunnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *