Pengertian Teks Eksposisi, Struktur Dan Kaidah Kebahasaan


  • Pronomina

Pronomina adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat menyatakan pendapat pribadi untuk diungkapkan. Promina sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua bagian :



  1. Pronomina Persona (kata ganti orang) yakni persona tunggal. Misalnya : Aku, Dia, Ia, Kamu, Anda, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-, -ku”. Dan pesona jamak seperti, “Kami, Kita, Kalian, Mereka, Saudara-saudari, Para dan Hadirin”.
  2. Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yakni pronomina penunjuk. Misalnya adalah “Ini, Itu, Sini, Sana, Situ”. Dan pronomina penanya, misalnya adalah “Apa, Siapa, dan Mana.
  • Kalimat

Bagian kedua yang harus kita perhatikan dalam kaidah penulisan teks eksposisi yaitu kalimat yang dituliskan. Kalimat yang terdapat pada teks eksposisi terdiri dari kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

  1. Kalimat tunggal adalah kalimat yang ada pada satu pola kalimat yang mengandung satu subjek dan predikat yang diperluas dengan menempatkan berbagai keterangan. Kalimat tunggal ini hanya terdiri atas satu subjek saja, satu predikat dan satu objek atau keterangan (jika ada)
  2. Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk terdiri atas induk kalimat ditambah dengan anak kalimat. Cara untuk membedakan antara induk dan anak kalimat adalah dengan melihat konjungsi yang terdapat pada kalimat tersebut.

Hal ini dikarenakan induk kalimat tidak pernah memiliki konjungsi didalamnya, hanya anak kalimat saja yang memiliki konjungsi. Dan setiap kalimat majemuk memiliki kata penghubung yang berbeda, oleh karena itu jenis kalimat tersebut bisa dengan mudah diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang sudah digunakan.

  • Konjungsi

Bagian lain yang juga harus diperhatikan adalah konjungsi. Konjungsi (kata pengubung) adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan satu kata dengan kata lainnya, frasa satu dengan frasa yang lain, dan kalimat satu dengan kalimat yang lain di dalam sebuah teks untuk dapat mendukung argumentasi.

Dengan adanya konjungsi yang digunakan pada teks yang telah disajikan. Hal ini akan lebih menjelaskan tentang sebuah tujuan yang ingin dicapai. Sama halnya saat kita menggunakan teks eskposisi yang mengandung tiga struktur yaitu argumentasi, tesis, serta penegasan ulang yang akan lebih jelas jika diberikan kata sambung untuk dapat menjelaskan maksud dari kalimat ataupun paragraf selanjutnya.

Konjungsi sendiri terbagi menjadi 2 bagian diantaranya adalah konjungsi eksternal dan konjungsi internal. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut :

  • Konjungsi eksternal merupakan sebuah konjungsi yang biasa digunakan untuk menghubungkan dua kejadian, deskripsi benda, ataupun sebuah kausalitas di dalam klausa kompleks atau di antara dua klausa simpleks. Konjungsi eksternal ini biasanya banyak dipakai untuk sebuah genre atau jenis teks seperti misalnya untuk laporan, deskripsi, eksplanasi, rekonstruksi, dan prosedur.

Hal ini dikarenakan kelima genre tersebut adalah sebuah pengungkapan deskripsi atas peristiwa dan kualitas konjungsi eksternal sendiri dapat dibagi lagi menjadi 4 kategori lagi yaitu:

  1. Perbandingan (tetapi, sementara)
  2. Penambahan (dan, atau)
  3. Waktu (setelah, sebelum, sejak, ketika)
  4. Sebab akibat (sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun)
  • Konjungsi internal ialah sebuah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan argumen ataupun ide yang terdapat antara dua klausa simpleks atau juga dua kelompok klausa. Konjungsi internal biasanya banyak dipakai untuk sebuah genre atau jenis teks eksposisi, diskusi, atau eksploitasi.

Hal tersebut terjadi dikarenakan ketiga genre tersebut merupakan sebuah ekspresi penyampaian gagasan dengan memakai sebuah argumentasi. Konjungsi internal juga dapat dbagi lagi menjadi 4 kategori makna, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Perbandingan (akan tetapi, sebaliknya, sementara itu, disisi lain)
  2. Penambahan (selain itu, disamping itu, lebih lanjut)
  3. Waktu (pertama, kedua,..dst, kemudian, lalu, berikutnya)
  4. Sebab akibat (sebagai akibat, akibatnya, jadi, hasilnya)

Dan berikut ini merupakan berbagai macam konjungsi yang biasa digunakan pada teks eksposisi

  1. Konjungsi waktu : sebelum, kemudian, setelah itu, sesudah, lalu, setelah, akhirnya
  2. Konjungsi gabungan : dan serta, dengan,
  3. Konjungsi pembatasan : selain, kecuali asal
  4. Konjungsi tujuan : agar, untuk, supaya
  5. Konjungsi persyaratan : bilamana, asalkan, apabila jikalau, jika, apabila, bila, andaikan
  6. Konjungsi perincian :, yaitu, adalah, antara lain, ialah, yakni
  7. Konjungsi sebab-akibat : sebab, akibat, akibatnya, , karena, sehingga
  8. Konjungsi pertentangan : melainkan, namun, tetapi, akan tetapi, sedangkan
  9. Konjungsi pilihan : atau
  10. Konjungsi penguatan/penegasan : apalagi, hanya, lagi pula, bahkan itu pun,
  11. Konjungsi penjelasan : bahwa
  12. Konjungsi perbandingan : serupa, seperti, bagai, ibarat, mirip
  13. Konjungsi penyimpulan : oleh karena itu, jadi, oleh sebab itu, dengan demikian,
  • KATA LEKSIKAL

Faktor terakhir yang harus ada pada kaidah penulisan adalah Kata Leksikal. Kata leksikal sendiri merupakan sebuah makna dalam sebuah kata atau leksem sebagai lambang dari sebuah peristiwa, benda, objek, dan lain-lain. Diantaranya dibagi sebagai berikut :

  1. Nomina : makna kata yang berhubungan dengan benda, baik berupa benda nyata atau juga abstrak.
  2. Verba : makna kata yang mengandung sebuah makna tentang dasar perbuatan, proses atau keadaan yang bukan sifat.
  3. Adjektiv : kata yang digunakani untuk menggambarkan sifat atau keadaan orang, benda dan binatang.
  4. Adverbia : kata yang melengkapi atau memaparkan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain sebagainya.

Contoh Teks Eksposisi

Nah, setelah kita memahami pembahasan tentang pengertian teks eksposisi diatas. Baik itu arti, ciri-ciri teks eksposisi, jenis-jenis teks eksposisi yang ada, serta kaida penulisan teks eksposisi yang benar. Berikut ini saya sertakan pula beberapa contoh teks eksposisi untuk memudahkan kalian dalam belajar.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan

Tesis:

Pemanasan Global merupakan keadaan dimana suhu bumi semakin panas. Pemanasan global ini mengakibatkan berbagai dampak buruk, seperti menipisnya ozon sehingga sinar ultraviolet dapat langsung masuk ke bumi, naiknya permukaan air laut karena mencairnya es di kutub.

Pemanasan global terjadi karena banyaknya gas karbondioksida di atmosfer, sehingga akan menyebabkan ozon semakin menipis. Banyaknya gas karbondioksida yang terdapat di bumi tidak seimbang dengan jumlah pohon yang dapat menyerap karbondioksida. Bahkan bukan hanya itu, hutan-hutan sudah mulai di buka untuk lahan pertanian, perkebunan, atau juga dialih fungsikan dari hutan lindung menjadi hutan produksi.

Argumentasi:

Beberapa tahun ke belakang ini dunia sedang mengalami kenaikan suhu yang cukup parah.

Pemanasan global tersebut terjadi karena banyaknya gas karbondioksida di atmosfer bumi. Gas kabondioksida tersebut berasal dari asap pabrik, atau dari kendaraan bermotor. Apabila kita melihat sekitar pasti banyak sekali pabrik-pabrik yang beroperasi yang menimbulkan gas karbondioksida.