Pengertian Teks Eksemplum Dan Strukturnya


Pengertian Teks Eksemplum – Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teks eksemplum. Jenis teks ini sangat berikatan dengan pengalaman hidup seseorang. Lalu, apa yang dimaksud dengan teks eksemplum?



Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas pengertian teks eksemplum secara lengkap, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, karakteristik, dan unsur kebahasaan teks eksemplum. Untuk lebih memudahkan anda dalam mempelajari teks eksemplum, kami juga akan memberikan beberapa contoh teks eksemplum beserta strukturnya.

Pengertian Teks Eksemplum

Teks eksemplum merupakan sebuah teks cerita yang menceritakan tentang perilaku atau tokoh dari cerita tersebut. Ceritanya dimulai dengan pengenalan tokoh, menjelaskan peristiwa apa saja yang dialami oleh tokoh, dan diakhiri dengan interpretasi dari dalam diri tokoh tersebut.

Teks ini termasuk ke dalam karya sastra yang berisi penjelasan mengenai pengalaman hidup seseorang. Di awali dengan sebuah peristiwa yang dialami oleh toko dan dari peristiwa tersebut ada hikmah yang bisa diambil. Tujuan dari teks eksemplum cerita adalah agar para pembaca tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Ciri-Ciri Teks Eksemplum

Teks eksemplum juga mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakanya dengan jenis teks lainnya. Pembahasan berikutnya adalah ciri-ciri dari teks eksemplum, diantaranya :

  1. Teks eksemplum berisi tentang suatu peristiwa yang tidak di inginkan oleh tokoh.
  2. Memiliki nuansa naratif.
  3. Biasanya menceritakan tentang pengalaman pribadi sesorang.
  4. Biasanya ada perubahan perilaku pada tokoh untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
  5. Memberikan urutan peristiwa atau kejadian secara rinci dan jelas.

Struktur Teks Eksemplum Yang Baik

  1. Abstrak, merupakan inti dari sebuah peristiwa sebagai pengantar yang menggambarkan peristiwa akan diceritakan.
  2. Orientasi, merupakan bagian awal dari sebuah teks eksemplum, umumnya berisi tentang pengenalan tokoh.
  3. Insiden, merupakan bagian yang menjelaskan tentang kejadian-kejadian yang akan dialami oleh tokoh. Umumnya tokoh pada teks ini akan mendapatkan suatu permasalah atau persoalan.
  4. Interpretasi, merupakan bagian yang menjelaskan mengenai pesan moral, evaluasi, dan akibat yang timbul karena perbuatan tokoh tersebut. Interpretasi tidak jauh berbeda dengan koda yang terdapat pada struktur teks anekdot.
  5. Koda, merupakan bagian penutup dalam cerita.

Karakteristik Teks Eksemplum

Teks eksemplum memiliki beberapa karakteristik, diantaranya :



  1. Menceritakan sebuah peristiwa atau kejadian yang jarang terjadi.
  2. Cerita tersebut berujung pada penyesalan bagi tokoh.
  3. Menghadirikan diri penulis kedalam interpretasi dan koda.
  4. Mengandung nilai-nilai yang disarankan oleh peristiwa.

Unsur Kebahasaan Teks Eksemplum

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih detail tentang unsur kebahasaan teks eksemplum, yaitu :

  1. Memakai kalimat kompleks
  2. Memakai kata rujukan
  3. Memakai kata penghubung atau konjungsi
  4. Memakai kata kerja

Teks Eksemplum Beserta Strukturnya

Contoh Teks Eksemplum 1

Burung Pipit yang Sombong

Orientasi:

Alkisah di suatu hutan belantara tinggallah sekelompok burung pipit. Salah satu burung pipit tersebut bernama Dira. Di dalam hutan belantara tersebut Dira juga tinggal dengan hewan-hewan lainnya. Dira dikenal sebagai seekor yang sangat sombong dan lebih suka hidup menyendiri karena ia selalu merasa bahwa hanya dirinya-lah yang paling benar dan mampu.

Insiden:

Suatu hari, sekelompok burung pipit sedang membuat sebuah sarang yang dibentuk dari tumpukan jerami. Dengan sabar dan tekun mereka membuat sarangnya agar tampak rapih dan kokoh. Namun lain halnya dengan si burung pipit Dira, ia dengan sombongnya membuat sarang sendiri dari potongan kertas warna-warni. Dira berpikir bahwa jika memakai kertas akan jauh lebih menarik dibandingkan sarang burung pipit lainnya.

Dira juga tidak memperhatikan kekokohan dari sarang yang dibuatnya sendiri. Selain Dira, ada juga burung pipit lainnya yang sedang membuat sarang dari bahan tumpukan jerami. Burung pipit tersebut bernama beti. Beti dikenal sebagai sosok burung pipit yang memiliki sifat dermawan dan rendah hati.



Jadi, sifat yang dimilikinya jauh berbeda dengan sigat Dira. Lalu Dira pun mengejek sarang milik Beti. “Hei Beti! Sungguh jelek sekali sarangmu itu, hanya terbuat dari tumpukan jerami. Coba kamu lihat sarangku ini, jauh lebih menarik kan”

Beti hanya terdiam dan Dira pun terus membuat sarangnya dari bahan kertas warna-warni. “Sebaiknya kamu membuat sarang dari bahan tumpukan jerami saja supaya lebih kuat” kata Beti. Namun Dira terus melanjutkan membuat sarangnya dengan memakai kertas warn-warni tersebut dan mengabaikan saran dari Beti.

Beberapa saat kemudian semua burung pipit termasuk Dira sudah selesai dalam membuat sarangnya. Tak disangka kemudian hujan turun dengan sangat deras dan semua burung pipit masuk ke dalam sarang yang telah mereka buat untuk berlindung. Namun tidak bagi Dira, sebab sarang yang ia gunakan terbuat dari kertas sehingga tidak bisa melindungi dirinya dari air hujan.

Dia sangat panik dan tubuhnya pun basah kuyup karena hujan yang deras tersebut. Kemudian Beti menawarkan Dira untuk berlindung di sarangnya. Pada akhirnya, Dira menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Dira sangat menyesal karena membuat sarang dari kertas warna-warni. Ia juga meyesal karena menjadi seekor burung pipit yang sangat sombong. Setelah itu, Dira mulai membuat sarang lagi dari tumpukan jerami.



Interpretasi:

Sejak kejadian itu, Dira mengalami perubahan sikap dan perilaku. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan menjadi burung yang sombong lagi. Dira juga menyadari bahwa kesederhanaan merupakan hal yang sangat penting dibandingkan dengan kemewahan dan yang pasti dia tidak akan bisa hidup sendiri. Karena kita merupakan makhluk sosial.



Leave a Reply

Your email address will not be published.