Cara Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan


Pajak Bumi Dan Bangunan – Cara untuk dapat menghitung PBB (Pajak Bumi Dan Bangunan) adalah suatu hal yang sangat penting bagi semua warga indonesia terutama untuk mereka yang mempunyai tanah dan bangunan karena dalam setiap tahunnya akan selalu berurusan dengan penyelesaian pembayaran pajak, namun bagaimana jika banyak yang tidak tahu tentang ilmu ini sehingga tidak akan bisa menghitungnya?



Apakah hanya pasrah terhadap pemerintah dan membayar sesuai dengan perhitungan pajak? Bagaimanakah jika ternyata hasil dari perhitungan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Misalkan perbedaan antara data luas tanah dan tanah. Jika kebetulan jumlah pembayaran PBB kecil atau kebetulan sedang dalam kondisi ekonomi yang baik, mungkin tidak akan menjadi masalah karena hanya tinggal membayar maka akan selesai urusan perpajakan ini. Yang menjadi masalah adalah pada saat bangunan yang dimiliki cukup besar sehingga sudah pasti harus membayar PBB dalam jumlah yang banyak. Oleh sebab itu, akan sangat bagus apabila anda mengetahui dasar-dasar untuk perhitungan PBB, dan disini kami akan menguraikannya dengan sederhana.

Rumus PBB = 0,5% x tarif tetap, nilai ini berdasarkan dari undang-undang no. 12 tahun 1994.

Baca juga: Cara Menghitung BPHTB

Faktor Perhitungan Pajak PBB Terhutang

Untuk Perhitungan pajak PBB terhutang, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dalam perhitungannya :



1. Tarif Pajak

Tarif PBB memiliki tarif tunggal (single tarif) sebesar 0,5% yang dapat berlaku sejak Undang-undang PBB tahun 1985 sampai sekarang.

2. NJOP

  • Merupakan harga rata-rata yang didapat dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Apabila tidak terjadi transaksi secara wajar,NJOP akan ditentukan melalui dari perbandingan harga dengan objek lain yang masih sejenis atau perolehan nilai baru ataupun NJOP pengganti
  • NJOP ditetapkan dalam setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan ,terkecuali untuk daerah yang tertentu ditetapkan dalam setiap tahun sesuai dengan perkembangan daerah tersebut
  1. NJKP
  • Merupakan sebuah nilai jual yang dipakai untuk dasar perhitungan pajak ,yaitu sebuah persentase yang tertentu dari nilai jual yang sebenarnya
  • Besarnya Persentase NJKP :
  1. Objek untuk pajak perkebunakan,pperhutanan dan pertambangan yaitu 40%
  2. Objek untuk lainya perkotaan ataupun pedesaan
  • Jika NJOP Rp > 1.000.000.000,00 adalah 40%
  • Jika NJOP-nya < Rp 1000.000.000,00 adalah 20%
  1. NJOTKP
  • Dalam pengenaan PBB memiliki suatu batas nilai yang tidak akan dikenakan pajak yang biasa disebut Nilai Jual Objek tidak Kena Pajak
  • Besarnya NJOTKP pada setiap daerah kabupaten atau kota ditentukan oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak atas nama Menteri Keuangan yang berdasarkan pendapat dari Pemda setempat
  • Berdasarkan dari keputusan Menteri Keuangan No. 201/KMK/.04/2000 pada tanggal 06 Juni telah ditetapkan batas NJOPTK maksimum sebesar Rp. 12.000.000 per wajib pajak dan ditetapkan dengan regional.

Keterangan untuk singkatan yang dipakai dalam perhitungan PBB:



Leave a Reply

Your email address will not be published.