Cara Menghitung Jangka Sorong Yang Benar Dengan Gambar


Menghitung Jangka Sorong – Tahukah anda tentang jangka sorong? Jangka sorong adalah sebuah alat ukur yang ketelitianya bisa mencapai seperseratus milimeter. Seorang guru akan mengajarkan kepada kalian mengenai cara membaca skala hasil dari pengukuran jangka sorong. Materi ini tidak bisa dianggap remeh karena dari tahun ketahun akan selalu keluar pada ujian Nasional. Mulai dari guru SMP ataupun SMA yang hampir pensiun pasti ada soal mengenai pengukuran baik jangka sorong ataupun mikrometer sekrup. Oleh karena itu kalian harus benar-benar memahami materi ini.

Jangka sorong merupakan sebuah alat ukur besaran panjang. Jangka sorong mempunyai skala yang terkecil 0,1 mm. Ketelitian rata-rata pada jangka sorong yaitu 0,05. Jangka sorong mempunyai skala yaitu skala yang utama pada satuan cm dan skala Noninus pada satuan mm. Bagian yang lain dari jangka sorong yaitu rangah tetap atas dan bawah yang tidak dapat di geser, rahang geser atas dan bawah yang dapat digeser, dan pengunci putar.

Baca juga: Cara Menghitung Mikrometer Sekrup

Penggunaan Jangka Sorong

Penggunaan jangka sorong ini sangat jarang terlihat oleh kita. Namun jika di bengkel atau di pabrik yang profesional, para mekanik akan memakai jangka sorong untuk dapat mendeteksi dan mencocokan panjang atau diameter pada logam bagian mesin yang perlu di ganti ataupun dipasang. Satu lagi nih, kalau para ahli kunci juga sering memakai jangka sorong untuk menggandakan/menduplikasi sebuah kunci.

Fungsi Jangka Sorong:

  • Sebagai alat untuk mengukur diameter luar benda ataupun panjang benda yang ukuranya relatif kecil.
  • Sebagai alat untuk mengukur diameter dalam suatu benda
  • Sebagai alat untuk mengukur kedalaman suatu benda

Kelebihan dan Kekurangan dari Jangka Sorong

Penggunaan jangka sorong tentu memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari penggunaan jangka sorong :

Adapun kelebihan dari jangka sorong adalah sebagai berikut :

  • Mempunyai kecermatan pembacaan yang sangat bagus dan umumnya kecermatan pembacaannya berkisar 0.05-0.01 mm .
  • Bisa digunakan untuk mengukur diameter sisi luar dengan cara dijapit.
  • Bisa digunakan untuk mengukur diameter sisi dalam dengan cara di ulur.
  • Dapat mengukur kedalaman.
  • Harganya terbilang sangat murah dan terjangkau.

Adapun kekurangan dari jangka sorong adalah sebagai berikut:

  1. Tidak dapat mengukur benda yang besar.
  2. Bisa terjadi pemuaian pada alat.
  3. Karena sensor berkontak secara langsung dengan benda kerja maka akan sangat memungkinkan untuk terjadinya goresan atau benturan yang dapat menyebabkan ketidakrataan pada kedua sensor atau kedua rahang.

Cara Membaca  Skala Dalam Jangka Sorong :

Pertama-tama yang harus diperhatikan adalah skala nonius yang telah berimpit dengan salah satu skala utama pada bagian atas.  Angka yang berimpit dengan skala nonius dan skala utama adalah angka 4.  Maksudnya nilainya adalah 0,4 mm. Kemudian perhatikan angka Nol dalam skala nonius, maka disitu akan terlihat angka NOL yang terletak  pada angka skala utama 4,7 . Maksudnya nilai skala utamanya adalah 4,7cm. Jadi cara untuk membaca hasil pengukuran jangka sorong adalah:

Baca juga: Cara Menghitung Skala Peta

Cara menghitung :

4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm
Misalnya bingung menjumlahkannya ya tinggal di konfersikan dahulu ke satuan mm. 4,7 cm = 47 mm. Kemudian 47 mm + 0,4 mm = 47,4 mm.
Nah nilai 47,4 mm = 4,74 cm. Kan kalau mm menjadi cm adalah dibagi dengan 10.

Contoh Soal

Perhatikan gambar di bawah ini: terlihat skala yang paling pas atau berimpit antara skala nonius dengan skala utama sudah ditunjukkan dengan tanda merah di gambar!.

Cara membacanya adalah nilai skala utamanya adalah 4,5 cm. Kemudian skala noniusnya adalah 0,1 mm. Jadi 2,5 cm + 0,6 mm = 2,56 cm.

Cara membaca jangka sorong jika skala noniusnya berimpit dengan skala utama

Cara membaca di atas sangat gampang, yakni skala utama berada di angkat 6,2 cm. Kemudian angkat noniusnya diangka 2 dan berimpit di angkat 7 skala utama. Jadi cara membacanya adalah 6,2 cm + 0,02 cm = 6,22 cm.

Advertisement

Leave a Comment