Pemahaman Dasar Metode Penelitian Kualitatif dan Karakteristiknya


1. Lingkungan alamiah (natural setting)



Lingkungan alamiah dapat dimaknai dengan kegiatan para peneliti kualitatif mengumpulkan data lapangan di lokasi dengan para partisipan pada sebuah masalah sosial yang ada dalam lingkungan. Para peneliti kualitaitf tidak melakukan perubahan setting lingkungan dan aktivitas para partisipan dan informasi dikumpulkan dengan jalan berbicara langsung kepada orang – orang.

2. Peneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument)

Umumnya, peneliti pada penelitian kualitatif akan mengumpulkan sendiri data penelitiannya melalui observasi pelaku, dokumentasi, atau wawancara langsung dengan para partisipan.

3. Beragam sumber data (multiple sources of data)

Pengumpulan data dapat dilakukan dari berbagai sumber seperti, wawancara, dokumentasi, dan observasi, daripada hanya berpatokan pada satu data sumber saja.



4. Analisis data induktif (inductive data analysis)

Para peneliti kualitatif membangun kategori-kategori, pola-pola, dan tema-tema dari dasar ke atas (induktif) atau dari data-data yang terpisah menjadi suatu kesimpulan yang utuh.

5. Makna dari para partisipan (participant’s meaning)

Pada keseluruhan proses penelitian ini, peneliti harus berfokus pada usaha mempelajari makna yang diperoleh dari partisipan tentang isu atau masalah penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh penulis atau peneliti lain dalam literatur-literatur tertentu.

6. Rancangan yang berkembang (emergent design)

Para peneliti kualitatif berpendapat bahwa penelitian kualitatif selalu berkembang dan dinamis. Hal ini dapat diartikan bahwa rencana awal bukanlah suatu patokan yang harus dipatuhi, semua tahap penelitian bisa saja berubah setelah peneliti terjun kelapangan dan mengumpulkan data.

Baca juga: Cara Menghitung Standar Deviasi Yang Benar



Baca juga: Contoh Resensi Buku Fiksi Dan Non Fiksi

Baca juga: Mencari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

7. Perspektif teoritis (theoritical lens)

Para peneliti kualitatif tidak jarang menggunakan perspektif tertentu dalam melakukan penelitian sperti, etnografi, konsep kebudayaan, perbedaan gender, ras dan lainnya.



8. Bersifat penafsiran (interpretive)

Para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi terhadap apa yang mereka lihat, dengar dan apa yang mereka pahami. Biasanya terjadi perbedaan interpretasi antara peneliti dengan para pembaca dan para partisipan, sehingga nampaklah bahwa penelitian kualitatif menawarkan pandangan yang beragam atas suatu isi atau masalah.

9. Pandangan menyeluruh (holistic account)

Para peneliti kualitatif biasanya berusaha membuat suatu gambaran yang kompleks atas suatu isu atau masalah penelitian. Peneliti menggambarkan perspektif dan faktor yang terkait dengan masalah secara menyeluruh.

Demikian pembahasan dasar mengenai penelitian kualitatif. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat, ya.



Leave a Reply

Your email address will not be published.