Contoh Teks Eksplanasi Tentang Bencana Alam


  • Interpretasi (Penutup)

Interpretasi merupakan bagian akhir dari teks eksplanasi yang bersifat pilihan, yang berarti boleh ditulis atau boleh juga tidak. Bagian ini berisi kesimpulan dari seluruh pembahasan, yaitu pernyataan umum dan deretan penjelas. Apabila ingin menuangkan bisa saja mengambil kesimpulan ataupun tanggapan pribadi.



Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri teks eksplanasi yang perlu anda ketahui :

  • Berisi informasi fakta
  • Memakai kalimat pasif
  • Pembahasan bersifat umum
  • Pembahasanya biasanya tentang fenomena alam atau ilmu pengetahuan
  • Bersifat informatif
  • Memakai istilah ilmiahh
  • Alur pembahasan disusun secara urut
  • Memakai kata kerja dan relasional
  • Mengandung unsur 5W1H dan proses sebab-akibat

Nah, untuk lebih memudahkan anda dalam mempelajari teks eksplanasi, kami akan memberikan beberapa contoh teks eksplanasi lengkap beserta strukturnya.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Salju

Pernyataan Umum

Salju merupakan fenomena alam yang sangat menarik pada saat musim dingin tiba. Salju terlihat apik karena kristal-kristal yang sangat lembut dan putih seperti kapas ini hanya ada di wilayah beriklim subtropis, yaitu wilayah yang mempunyai 4 musim. Namun bisa juga ditemui di tempat-tempat tertinggi, seperti di puncak Gunung Jayawijaya, Papua.

Penjelasan Sebab-Akibat

Salju berasal dari sekumpulan uap air yang ada di atmosfer bumi. Kumpulan uap air tersebut mengalami prose kimia alami, yaitu menjadi sangat dingin sampai menyentuh titik kondensasi, yang dimana temperatur mengubah gas menjadi bentuk cair atau padat. Setelah itu akan menggumpal membentuk awan.

Pada awal mulanya pembentukan awan, massa nya lebih kecil dibandingkan massa udara, sehingga hal ini mengakibatkan awan tersebut mengapung di udara. Akan tetapi, setelah kumpulan uap semakin bertambah dan berkumpul di dalam awan, massa nya juga bertambah. Sehingga pada saat udara sudah tidak mampu lagi menahan, maka awan tersebut menjadi pecah dan menghasilkan partikel air yang jatuh ke bumi.

Temperatur udara tepat di bawah adalah 0°C. Tetapi, tempertur yang rendah saja tidak akan cukup untuk menciptkan salju. Ketika partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan langsung dengan udara, maka air murni tersebut akan terkotori oleh partikel lain. Ada partikel tertentu yang memiliki fungsi untuk mempercepat proses pembekuan sehingga lebih cepat menjadi kristal es.

Partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut dengan Nukleator. Selain bisa mempercepat proses pembekuan, juga memiliki fungsi sebagai perekat antara uap air. Lalu partikel air yang kotor menyatu dengan partikel air lainnya yang kemudian membentuk kristal yang lebih besar lagi. Salju ini akan berubah menjadi bentuk cair jika temperatur tidak bisa melelehkan kristal.

Interpretasi

Kristal salju mempunyai struktur yang sangat unik, tidak ada kristal salju di dunia ini yang memiliki bentuk sama. Salju yang sudah turun sejak terciptanya bumi sampai saat ini, tidak pernah ada yang mempunyai bentuk kristal yang sama. Walaupun memiliki keunikan, salju ternyata juga bisa menyebabkan dampak buruk pada fisik ataupun material yang nilainnya tak sedikit.