Contoh Teks Eksplanasi Tentang Sosial Ekonomi


Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri khusus sehingga dapat dibedakan dengan jenis teks yang lainnya. Untuk bisa mengetahui apakah suatu teks yang anda baca merupakan teks eksplanasi atau bukan, berikut ini kami akan memaparkan beberapa ciri-ciri teks eksplanasi.



  • Jenis kata kerja yang dipakai dalam teks eksplanasi adalah kata kerja meterial dan relasional. Kata kerja material yaitu seperti “berubah” dan “mengalir” yang berguna untuk menunjukkan terjadinya sesuatu. Sementa kata kerja relasional yaitu seperti “Akibat” dan “kemudian” yang berguna untuk menunjukkan sebab akibat.
  • Teks ekplanasi umumnya berisi sebuah informasi atau pengetahuan yang bersifat fakta alias tidak dibuat-buat.
  • Teks eksplanasi adalah sebuah teks yang membahas hal-hal umum seperti misalnya tanah longsor, fenomena kemiskinan, kebudayaan suatu daerah, dan masih banyak lagi.
  • Teks eksplanasi jauh lebih banyak menggunakan bentuk kalimat pasif dengan konjungsi waktudan kausal seperti apabila, maka, jika, kedua, lalu , dan sebagainya.
  • Fenomena yang dibahas teks eksplanasi bersifat informatif dan tidak bertujuan untuk mempengaruhi para pembaca untuk mengikuti atau mempercayai sesuatu.

Setelah mengetahui tentang pengertian, ciri-ciri, dan struktur teks eksplanasi, berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh teks eksplanasi sosial yang mungkin bisa anda jadikan sebagai referensi.

Contoh Teks Eksplanasi Sosial Beserta Strukturnya

Contoh teks eksplanasi sosial ke 1 : Kemiskinan

Pernyataan Umum

Kemiskinan adalah tingkat pendapatan masyarakat yang sangat rendah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti makan, tempat tinggal, pendidikan, dan lain sebagainya. Pada umumnya masyarakat miskin biasa tinggal di gubuk, kolong jembatan, dan bahkan bantaran kali.

Tak jarang, banyak sekali masyarakat miskin yang membangun sendiri rumah yang berada di atas tanah miliki negara. Kemiskinan terjadi di seluruh belahan dunia dan banyak sekali negara berkembang yang memiliki masalah kemiskinan ini.

Urutan Sebab Akibat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kemiskinan, salah satunya adalah keterbatasan kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Terjadinya musibah, bangkrut, perbudakan, dan struktur sosial juga menjadi faktor terjadinya kemiskinan.

Struktur sosial dan perilaku juga menjadi dominasi faktor masalah kemiskinan ini. Selain itu perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang yang tidak sebanding dengan pemasukan juga termasuk. Faktor struktur sosial lebih mengarah kepada masalah yang turun temurun (khususnya masalah pendidikan orang miskin).

Perilaku gengsi, sehingga masyarakat lebih mementingkan keinginan sesaat dibandingkan kebutuhan. Dibalik semua itu, banyak usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk bisa mengatasi masalah kemiskinan. Contohnya adalah dengan menaikkan upah minimum kerja, memperluas lapangan pekerjaan, pendidikan secara gratis, tempat tinggal dengan harga ekonomis.

Akan tetapi, hal tersebut harus didukung dengan perilaku masyarakat yang tidak menghamburkan uang begitu saja, menghindari gengsi, rajin menabung, dan membantu orang di sekitarnya. Sehingga kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat menentukan keberhasilan dalam mengatasi masalah kemiskinan.

Interpretasi

Semestinya di Indonesia tidak perlu ada kemiskinan. Apabila kita bisa dan mau menerima serta bersyukur terhadap apa yang kita miliki. Sifat-sifat buruk seperti yang sudah dijelaskan diatas harus kita hilangkan, dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangatlah penting dalam mengatasi kemisikinan di Indonesia.