Contoh Teks / Naskah Drama Pendek 6 Orang


*Di rumah Rana*



Rani: wah, sudah datang semua. Ayo masuk ke dalam, maaf ya rumah aku sempit.

Bian: kita juga minta maaf karena sudah merepotkan kamu, Rani.

Rani: aduh, tidak apa teman- teman. Malah aku sangat senang dengan kalian yang mau berkunjung ke rumahku ini dan tertarik untuk melihat bagaimana karyaku.

Elysa: kamu memang sangat hebat Rani!. Puisi yang kamu buah memang selalu berhasil menyentuh hati dari siapa saja yang membacanya.

Rani: kamu ini bisa saja EL. Aku juga masih perlu banyak belajar, lagi pula karyaku ini masih tidak ada apa- apanya jika dibandingkan dengan para sastrawan lainnya.



Arinda: tapi jika terus untuk diasah, suatu saat nanti pasti karya kamu ini bisa menyaingi sastrawan yang terkenal.

Dahu: iya Rani, kami juga memang ingin sekali untuk melihat karya- karyamu yang belum pernah di publikasikan. Apakah boleh?.

Andin: sekalian juga kita ingin belajar dari kamu, supaya nantinya nilai pelajaran sastra kita bisa membaik.

Afwan: aku juga sangat ingin di ajarkan bagaimana membuat puisi yang bagus, agar nanti jika ada ujian sastra aku tidak akan mengalami kesulitan.

Rani: boleh saja, ayo kita semua masuk ke dalam kamarku!. Disana sangat banyak karya- karyaku yang sudah lama tersimpan dan belum pernah di publikasikan.

Mereka pun langsung masuk ke dalam kamar Rani.

Jihan: wah, ternyata kamu juga pintar melukis ya, Rani. Kenapa kamu tidak pernah memasang lukisan kamu di masing sekolah?. Aku jamin pasti banyak yang suka.



Rani: sebenarnya lukisan ini adalah lukisan terakhir yang aku buat, karena ayahku tidak pernah suka jika melihatku melukis sehingga memintaku untuk fokus pada sekolah. Karena pada saat melukis aku bisa menghabiskan waktu hingga berjam- jam sampai lupa belajar.

Khusnul: lalu, bagaimana dengan karyamu yang lainnya seperti karya puisi dan karya sastra lainnya?.

Rani: jika itu, ayahku tidak akan tahu karena jika membuat puisi dan karya sastra yang lainnya, pasti ayahku menganggap aku tengah belajar.

Khusnul: lalu, ibumu sendiri bagaimana?.



Rani: kalau ibuku memang setuju saja dan membiarkan aku untuk bisa mengembangkan bakat dan minatku ini.

Bian: aku dengar kamu juga pandai dalam menyanyi ya, Rani?.

Rani: sebenarnya tidak terlalu pandai, hanya saja aku sering menulis lirik lagu serta menyanyikannya dengan memakai gitarku.

Elysa: kamu memang sangat hebat Rani!. Tidak hanya pintar sastra tapi kamu juga bisa memainkan alat music seperti gitar.

Arinda: coba kamu nyanyikan salah satu lagu yang kamu ciptakan dong, kami kan juga ingin mendengarnya.

Rani: aku itu tidak pandai jika urusan bernyanyi, karena aku hanya menciptakan lirik dan membuat aransemen musik saja.

Dahu: ayolah Rani, jangan malu-malu dong.

Rani: baiklah kalau begitu.

Rani akhirnya mulai memetik senar dari gitarnya dan menyanyikan lagu ciptaannya. Teman-teman yang lain pun hanya mendengarkan dan juga menikmati suara Rani yang beradu dengan suara petikan senar gitarnya. Sesudah Rani menyudahi lagunya, semua teman-temannya juga memberikan tepuk tangan yang cukup meriah.

Andin: wah, aku jadi ingin belajar untuk bisa memainkan gitar juga.

Afwan: Rani, kamu bisa kan mengajari kita memainkan gitar?.

Rani: tentu saja bisa teman-teman, tapi tidak sekarang ya, karena besok pagi kita kan ada ujian sastra.

Jihan: iya baiklah, Rani. Kapan-kapan kita bisa main lagi ya ke rumah kamu?.

Rani: oke, jangan sungkan untuk datang.

Khusnul: kalau begitu, kita sekarang pamit dulu ya. Terima kasih ya Rani atas waktunya.

Rani : iya sama-sama. Tidak masalah.

Baca juga: Contoh Teks Anekdot Dialog

Contoh Naskah Drama Bahasa Jawa Sepuluh Orang

Ing deso Beru menyelenggarakan patemoning pemuda ing 40 tahun.

(Asih, Anton, Jamal, Nurul, Towi, Dian, Tomi, Tito, Irul, lan Adip)

Asih: dino ini kita bakal nentokno apa saja kegiatan sing iso bermanfaat lan lomba sing di anakake nganggo memperingati 40 tahun desa Beru. Opo ono usulan sing luwih inovatif soko kalian?. Utawo kita nganggo lomba-lomba yang koyo tahun wingi?.

Anton: kita iki yo kudu mikir babagan kegiatan lan kompetisi sing rada beda supoyo wong- wong deso orang bosen.

Jamal: aku sih pengen ngajak nyengkuyung lomba puisi lan nyusun babagan lingkungan deso. Supoyo bocah-bocah iso lebih mengekspresikan diri teko pemikiran lan keterampilan teko sastra lan seni lainne.

Nurul: setuju, sakliyani iso ngasah bakat. Kontes puisi iki iso di gunakake sarana pendidikan kanggo wong- wong mau.

Towi: aku pengen ngusulake kegiatan sajrone karya bakti, kita iki bakal biso mbantu anak yatim piatu lan wong miskin. Dadi ora mung ing deso kita nanging ngajak deso-deso tetangga.

Dian: aku senang banget karo usulane Towi, supaya kita ini orang seng ing dina kuwi tapi kabeh ini di anggep minangka wong teko deso.

Tomi: tapi kita iki kudu mbetahaken katah dana kanggo kegiatan iki.

Tito: aku tak nggawe proposal sing di tujukake kanggo kepala desa bagian kegiatan desa, menganai opo wae kompetisine lan biaya sing di butuhake. Sak durunge kita kudu dibagi dari sopo sing nyekel kegiatan balapan lan sopo sing nyekel kegiatan baksi sosial.

Irul: kita iki bakale mbagi sumbangan duwit opo barang?. Yen barang kui saya sukarela lan sesi pameran.

Adip: ya, kita pancen kudu mendistribusikan barang- barang keperluan koyo beras, gulo, lengo dadi asih ambek nurul seng nyekel kegiatan iki.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *