Contoh Teks / Naskah Drama Pendek 6 Orang


Andre: Namun, bisa juga dia itu adalah korban atau karena dijebak oleh orang. Kita pastinya tidak boleh juga asal menuduh sebagai seorang pengguna apalagi belum adanya bukti yang kuat.



Meri: setahu aku, Tino adalah anak dari keluarga yang cukup mampu tapi dia itu kurang sayang dari kedua orang tuanya.

Dika: iya benar kata Meri, sekarang ini memang sangat banyak oknum yang tidak bertanggung dengan menjebak maupun mencari korban.

Cika: saat ini memang tengah maraknya kasus dari Narkotika dikalangan para remaja. Hampir setiap hari kasus serupa akan di tayangkan di televisi.

Fatimah: kita memang di tuntut untuk lebih pandai dalam memilih teman untuk bergaul dan selalu mewaspadai orang asing di sekitar kita.

Ana : kasih sayang dari kedua orang tua memang sangat penting dalam kehidupan remaja yang masih sangat labil. Jika saja sampai orang tua masih mengabaikan anak- anaknya nantinya mereka pun akan masuk dan terjerumus dalam dunia bebas.

Roni: tapi yang aku dengar, dia tidak sampai di penjara karena dia masih dibawah umur. Dia hanya akan mengikuti tahap rehabilitasi dan kedua orang tuanya juga di selidiki mengenai kelanjutan dari ketidak tahuan mereka sebagai orang tua mengenai anaknya yang telah sering memakai narkotika seperti itu.

Fatimah: semoga saja setelah menjalani tahap rehabilitasi, Toni dapat sembuh dan bisa masuk  sekolah seperti biasanya ya.

Dika: semoga saja, apalagi perjalanan hidup kita ini masih cukup panjang. Dengan usia kita ini adalah usia dimana kita bisa menemukan jati diri serta bisa merencakan masa depan. Akan sangat di sayangkan apabila tindakan buruk yang kita lakukan saat ini bisa menghancurkan masa depan kita semua.

Fatimah: Mari kita saling mendukung satu sama lain dan selalu mengingatkan agar kita semua tidak sampai terjerumus ke dalam sebuah pergaulan yang tidak baik yang bisa membuat masa depan kita hilang. Kita juga perlu untuk menguatkan iman dan terbuka dengan orang tua, keluarga dan juga teman dekat jika mempunyai masalah. Sehingga kita pun tidak sampai depresi sehingga bisa melakukan hal- hal yang di larang seperti menggunakan Narkotika.

Contoh Naskah Drama Musikal Sembilan Orang

Rina adalah salah satu siswi dari sebuah SMA, dan dia ini sangat berbakat dalam bidang seni, sastra dan juga musik. Sudah banyak karya- karyanya yang akan selalu memenuhi dinding mading di sekolah dan bahkan ada juga yang di muat ke beberapa Koran dan juga majalah. Hari ini Rani akan kedatangan teman- teman dari sekolah yang ingin melihat langsung karya- karya yang di buat oleh Rani yang belum pernah di publikasi.

*Di rumah Rana*

Rani: wah, sudah datang semua. Ayo masuk ke dalam, maaf ya rumah aku sempit.

Bian: kita juga minta maaf karena sudah merepotkan kamu, Rani.

Rani: aduh, tidak apa teman- teman. Malah aku sangat senang dengan kalian yang mau berkunjung ke rumahku ini dan tertarik untuk melihat bagaimana karyaku.

Elysa: kamu memang sangat hebat Rani!. Puisi yang kamu buah memang selalu berhasil menyentuh hati dari siapa saja yang membacanya.

Rani: kamu ini bisa saja EL. Aku juga masih perlu banyak belajar, lagi pula karyaku ini masih tidak ada apa- apanya jika dibandingkan dengan para sastrawan lainnya.

Arinda: tapi jika terus untuk diasah, suatu saat nanti pasti karya kamu ini bisa menyaingi sastrawan yang terkenal.

Dahu: iya Rani, kami juga memang ingin sekali untuk melihat karya- karyamu yang belum pernah di publikasikan. Apakah boleh?.

Andin: sekalian juga kita ingin belajar dari kamu, supaya nantinya nilai pelajaran sastra kita bisa membaik.

Afwan: aku juga sangat ingin di ajarkan bagaimana membuat puisi yang bagus, agar nanti jika ada ujian sastra aku tidak akan mengalami kesulitan.

Rani: boleh saja, ayo kita semua masuk ke dalam kamarku!. Disana sangat banyak karya- karyaku yang sudah lama tersimpan dan belum pernah di publikasikan.

Mereka pun langsung masuk ke dalam kamar Rani.

Jihan: wah, ternyata kamu juga pintar melukis ya, Rani. Kenapa kamu tidak pernah memasang lukisan kamu di masing sekolah?. Aku jamin pasti banyak yang suka.

Rani: sebenarnya lukisan ini adalah lukisan terakhir yang aku buat, karena ayahku tidak pernah suka jika melihatku melukis sehingga memintaku untuk fokus pada sekolah. Karena pada saat melukis aku bisa menghabiskan waktu hingga berjam- jam sampai lupa belajar.

Khusnul: lalu, bagaimana dengan karyamu yang lainnya seperti karya puisi dan karya sastra lainnya?.

Rani: jika itu, ayahku tidak akan tahu karena jika membuat puisi dan karya sastra yang lainnya, pasti ayahku menganggap aku tengah belajar.

Khusnul: lalu, ibumu sendiri bagaimana?.

Rani: kalau ibuku memang setuju saja dan membiarkan aku untuk bisa mengembangkan bakat dan minatku ini.

Bian: aku dengar kamu juga pandai dalam menyanyi ya, Rani?.



Leave a Reply

Your email address will not be published.