Contoh Teks / Naskah Drama Pendek 6 Orang


Dilta : Sebenarnya kami semua kesini hanya untuk memastikan saja alasan apa yang membuat kamu sampai tidak masuk sekolah selama 3 hari. Karena kamu adalah sahabat kami yang paling rajin jadi kami khawatir jika kamu punya masalah yang  disembunyikan.



Ana : Sebaiknya kamu menceritakan kepada kami apa sebenarnya masalah kamu, Jib.

Ajib : Sebelumnya maaf ya teman-teman, aku memang tidak pernah menceritakan tentang masalahku karena aku aku sangat malu dan tidak ingin menyusahkan mereka. Aku  ikut bekerja untuk membantu ibu supaya bisa meringankan biaya sekolah karena memang tidak mampu mambayar Spp sekolah dan kasihan melihat ibuku yang bekerja sendirian.

Zita : Jika seperti itu masalahnya, besok sore kami akan membantu kamu keliling untuk menjual daganganmu Jib. Iya kan teman-teman?

Dilta : Ibuku juga seringkali membeli dagangan ibumu karena memang ikan dan sayurnya selalu segar. Jajan pasarnya juga sangat enak, nanti aku akan coba untuk tanya ke ibu sehingga bisa menawarkan jajanan Ibumu ke teman-teman arisannya.

Ajib : Terimakasih ya, kalian semua memang merupakan sahabat terbaikku.

Contoh Naskah Drama Lucu Tujuh Orang

Di sebuah desa terdapat sepasang suami-istri yang sudah renta, mereka ini semua tinggal berdua dikarenakan anak-anak mereka semuanya sudah pergi merantau. Suaminya sedang duduk di teras rumah,

Kakek: mama, buatkan papa teh dong!.

Nenek: tidak perlu lagi panggil aku mama, kita ini sudah tua, sudah jadi kakek nenek. Anak-anak kita saja sudah dewasa dan sudah mempunyai anak.

Kakek: ya sudah, nek tolong buatkan teh untuk kakek ya!.

Nenek: memangnya aku ini terlihat sudah sangat tua apa sampai panggil nenek?.

Kakek: loh, bagaimana sih tadi dipanggil maka tidak mau sekarang dipanggil nenek marah?.

Tetangga yang juga mendengar keributan dari kakek nenek itu pun ikut menimpali,

Pak Yusuf: kalian selalu saja bertengkar, seperti pasangan remaja yang masih pacaran saja.

Kakek: maunya memang seperti itu, tapi apa daya kulit juga sudah mengendur seperti ini.

Bu Yusuf: memangnya jika kulit sudah kenur itu disebut tua ya?

Nenek: dia itu selalu berlagak seperti remaja saja, padahal untuk mengangkat kursi saja kentutnya ikut keluar.

Tiba-tiba saja datang Bu Fatma yang merupakan anak pertama dari suami-istri renta tersebut beserta membawa anaknya Irma dan suamianya Pak Adam. Bu karni pun membawa banyak oleh-oleh yang di berikan kepada kakek dan nenek.

Kakek: Fatma, sudah berapa tahun kami tidak ke rumah ayah dan ibumu ini?

Irma: kakek ini memang pikun ya, baru sebulan yang lalu kami berkunjung kemari.

Nenek: kakekmu ini memang pikun, kadang sampai lupa jika dia sudah makan hingga mencapai 5 kali dalam sehari.

Pak Adam: wah, bisa-bisa bapak badannya akan gendut seperti pemain sumo lho.

Bu Fatma: jika badan bapak gendut seperti itu, kasihan ibu dong nanti di senggol sedikit saja langsung jatuh.

Nenek: ehh, kamu kita ibu ini tidak mempunyai kekuatan untuk dapat melawan badan sumo bapakmu itu?. Tenaga ibu ini masih kuat layaknya anak muda lho ya.

Bu Yusuf: rupanya suami istri memang sama saja, tidak ada yang mau kalah dan mengaku muda.

Contoh Naskah Drama Singkat Delapan Orang

Pada pagi hari di sebuah sekolah SMA, Dika berlari menghampiri Dian, Andin, Meri, Cika, Andre,  Roni, dan juga Fatimah.

Dika: hey teman-teman kemarin ada salah satu dari teman kita yang kena polisi dan di tahan karena terlibat kasus narkotika.

Andin: iya, kemarin aku juga mendengar kabar burung itu, tapi aku tidak mengetahui siapa anak yang di tahan itu.

Meri: kalau tidak salah sih, pasti anak itu mempunyai masalah sehingga dia bisa sampai menggunakan barang haram seperti itu.

Cika: aku dengar sih, kalau tidak salah yang dia itu namanya Tino dan dia itu anak kelas sebelah kita itu.

Fatimah: ya ampun, kasian ya dia, pasti dia itu memiliki masalah makanya sampai mencoba obat terlarang untuk pelariannya. Akan tetapi disisi lain dengan adanya kerjaan seperti ini malah merusak masa sekolah kita.



Leave a Reply

Your email address will not be published.