Cara Menghitung Siklus Menstruasi Wanita


Cara Menghitung Haid – Masa subur pada seorang perempuan memang harus diperhitungkan dengan baik untuk dapat menetapkan kapan waktu yang baik untuk melakukan seks bagi mereka yang ingin memiliki anak atau bahkan menghindarinya. Maka dari itu, penting sekali bagi para perempuan untuk mengetahui bagaimana cara menghitung masa subur wanita yang benar.



Meskipun anda biasa menyebutnya datang bulan, tamu bulanan, menstruasi, atau sebutan yang lainnya, pada dasarnya menstruasi merupakan suatu keadaan yang pasti akan dirasakan dan dijalani oleh para perempuan, mulai akil balik bahkan hingga umur 40an-50an. Hal ini merupakan keadaan yang rutin dalam proses perkembangan.

Penting bagi para perempuan untuk dapat mengetahui kalender menstruasinya dan tahu bagaimana cara menghitung masa subur setelah haid atau menstruasi. Masa pelepasan ovum sangat bervariasi waktunya, hal ini disesuaikan dengan kondisi emosi perempuan. Emosi perempuan sangat memengaruhi reflex hipotalamus sehingga bisa  memengaruhi lepasnya faktor FSH dan LG serta akan memengaruhi waktu ovulasi.

Pada wanita dengan siklus haid selama 28 hari, sel telur yang mencapai kematangan sempurna akan dilepaskan di hari yang ke-14. Yang diartikan sebagai 14 hari sebelum hari ke-1 fase perdarahan dalam siklus haid berikutnya dan bukan 14 hari sesudah fase perdarahan sebelumnya. Pada wanita yang mempunyai siklus haid tidak sama dengan 28 hari misalnya 30 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke-16 setelah hari ke-1 fase perdarahan terakhir atau 14 hari sebelum hari ke-1 fase perdarahan berikutnya.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid

Sebagai contoh jika hari pertama dari haid terakhir seorang wanita adalah tanggal 1 juli dan siklus haid pada wanita tersebut berlangsung setiap 30 hari, maka hari pertama haid yang berikutnya adalah tanggal 1 juli. Dengan begitu ovulasi pada wanita tersebut terjadi pada tanggal 17 juli (14 hari sebelum haid berikutnya). Jika siklus haid wanita tersebut berlangsung selama 28 hari, maka hari pertama haid yang berikutnya yaitu tanggal 29 juli dan ovulasi akan terjadi pada tanggal 14 juli.

Setelah di lepaskan ke dalam lokasi pembuahan, sel telur akan dapat bertahan selama 24-48 jam untuk dibuahi. Apabila sel telur tidak dibuahi oleh spermatozoa selama tenggang waktu tersebut, maka sel telur akan mengalami kematian sel (apoptosis).



Menghitung Siklus Haid Menstruasi Wanita

Mesipun demikian, estrogen ataupun progesteon akan terus-menerus dihasilkan hingga dalam 14 hari setelah ovulasi berlangsung. Pada hari terakhir ke-28, produksi hormon-hormon yang menyokong kehamilan akan dihentikan karena tidak terjadinya proses kehamilan. Akibatnya, menyebabkan terjadinya pendarahan dan proses menstruasi terulang kembali.

Apabila  terjadi proses pembuahan sel telur oleh spermatozoa, sel embrio yang telah terbentuk akan dapat memproduksi hormon yang akan merangsang proses produksi pada ekstogen ataupun progesterone. Dengan begitu, ekstrogen dan progestereon yang bekerja  secara sinergis untuk mempersiapkan ataupun mengelola kehamilan akan selalu  diproduksi. Perbedaan dari pematangan sel telur dengan pematangan dalam spermatozoa yaitu pada jumlah sel telur matang yang telah dihasilkan dan siap untuk dibuahi dalam tiap siklus ovuasi wanita hanyalah satu.

Sedangkan, pada pematangan sel-sel pembentuk sperma menjadi spermatozoa yang jika jumlahnya mencapai kematangan sempurna adalah jutaan. Walaupun demikian yang berhasil membuahi biasanya hanya satu karena sel telur  matang yang telah tersedia biasanya pun hanya satu.

Mengapa demikian? Alasan yang dapat mendasari mengenai  penjelasan ilmiah tersebut pun belum sepenuhnya terungkap. Hingga pada saat ini hanya diketahui bahwa tiap satu  sel pembentuk ovum yang menjalani oogenesis hanya dapat membentuk satu sel telur yang matang dengan sempurna dan akan dikeluarkan pada saat fase ovulasi siklus menstruasi wanita.

Tiga sel dari hasil ogenesis yang lainya adalah sel-sel yang tidak mencapai kematangan sempurna sehingga tidak mempunyai kapasitas untuk dapat dibuahi spermatozoa dan membuat kehamilan. Setiap sel yang membentuk sperma dan mengalami spermatogonesis akan menghasilkan 4 spermatozoa yang telah mencapai kematangan sempurna. Selain itu sel yang membentuk sperma dan mengalami spermatogenesis pun jumlahnya jutaan. Dengan begitu, spermatozoa matang yang akan dikeluarkan pada saat ejakulasi normal berjumlah lebih dari 40 juta spermatozoa.





Leave a Reply

Your email address will not be published.