Cara Menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) Dan PPNBM

Menghitung PPN – Banyak sekali macam-macam dan jenis pajak yang dapat anda ketahui di indonesia . Pada kesempatan Kali ini kita akan membahas tentang Rumus cara menghitung pajak pertambahan nilai . Pengertian PPN (Pajak Pertambahan Nilai)  adalah pajak yang telah dikenakan  untuk  setiap pertambahan nilai dari suatu barang dan jasa dalam peredarannya dari produsen untuk konsumen. Dalam bahasa inggris, PPN biasa disebut VAT (Value added Tax) atau GST (Goods and services tax). PPN termasuk salah satu jenis pajak yang tidak langsung, dalam arti pajak tersebut disetor dari pihak lain atau para pedagang  yang bukan termasuk penanggung pajak atau dengan kata lain , penanggung pajak tidak akan menyetorkan langsung pajak yang telah ia tanggung.

Mekanisme cara untuk dapat menghitung pajak pertambahan  nilai yaitu pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPN ada dalam pihak produsen atau pedagang sehingga telah muncul istilah PKP atau yang biasa disebut Penghasilan kena pajak. Untuk perhitungan PPN yang wajib disetor oleh PKP, biasa dikenal dengan istilah pajak masukan dan pajak keluaran. Pajak masukan adalah PPN yang dibayar  pada saat pkp membeli, memperoleh, dan membuat produknya. Sedangkan pajak keluaran  adalah PPN yang telah diipungut pada saat PKP menjual produknya.

Cara menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai)  dan PPNBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) . PPN dan PPNBM yang terutang dapat dihitung dengan cara mengalikan Tarif pajak dengan DPP (Dasar Pengenaan Pajak) .

Tarif  PPN dan PPNBM :

1. Tarif PPN adalah sebesar  sepuluh persen  (10%)
2. Tarif PPN adalah sebesar  nol persen  (0% ) yang telah diterapkan atas :

  • Exspor BKP (Barang Kena Pajak) yang berwujud
  • Ekspor Barang kena pajak yang tidak berwujud
  • Ekspor Jasa Kena Pajak

3. Tarif PPNBM merupakan tarif yang paling rendah yaitu sepuluh persen (10%) dan yang paling tinggi adalah sebesar dua ratus persen (200%)

4. Tarif PPNBM berdasarkan ekspor BKP yang tergolong cukup mewah adalah nol persen (0%)

Cara Menghitung Pajak Pertambahan Nilai

1. PKP “A” menjual tunai Barang Kena Pajak dengan Harga Jual Rp 25.000.000,00
Pajak Pertambahan Nilai yang terutang

= 10% x Rp25.000.000,00
= Rp2.500.000,00

PPN sebesar Rp2.500.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang
dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “A”.

2. PKP “B” melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dengan memperoleh
Penggantian sebesar Rp20.000.000,00
PPN yang terutang yang dipungut oleh PKP “B”

= 10% x Rp20.000.000,00
= Rp 2.000.000,00

PPN sebesar Rp2.000.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang
dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “B”.

3. Seseorang mengimpor Barang Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dengan
Nilai Impor sebesar Rp15.000.000,00. PPN yang dipungut melalui Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai

= 10% x Rp15.000.000,00
= Rp 1.500.000,00

PPN sebesar Rp 1.500.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang
dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.