Cara Menghitung Volume Pondasi Dan RAB Beserta Contoh

Menghitung Volume Pondasi – Bagi anda yang ingin membangun sebuah rumah atau gedung sudah tentu mengenal istilah pondasi. Pondasi merupakan sebuah struktur bangunan yang berada paling bawah dan dapat dikatakan sebagai beban utama untuk bangunan tersebut. Pondasi menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah kekuatan bangunan.

Maksudnya adalah apabila pondasi bangunan tersebut kuat, maka rumah atau bangunan tersebut juga akan berdiri kokoh. Begitu sebaliknya, apabila pondasi bangunan tersebut tidak kuat, maka sudah dapat dipastikan jika bangunan tersebut akan mudah roboh. Untuk membuat pondasi pun juga harus memperhitungkan beberapa hal, misalnya kondisi tanah yang sedang dibangun.

Untuk dapat mengetahui kondisi tanah tersebut harus dilakukan pengecekan memakai alat yaitu sordir ataupun SPT. Sesudah data didapat, barulah melakukan perhitungan.Untuk pondasi itu sendiri memiliki banyak jenis yaitu : pondasi telapak, pondasi cakar ayam, pondasi menerus, pondasi tiang pancang, bor pile, strauss pile dll.

Pondasi dibagi berdasarkan kondisi tanahnya, berikut adalah perbedaanya:

  • Pondasi dangkal, apabila tanah yang terdapat di lokasi adalah tanah yang keras dan memiliki kedalaman yang tidak lebih dari 3 meter. Untuk pondasi dangkal ini kita dapat menggunakan pondasi telapak ataupun strauss pile dan bisa juga menggunakan cakar ayam. Sebab pondasi-pondasi tersebut termasuk kategori pondasi dalam. Pondasi dangkal ini hanya bisa di terapkan pada tanah yang keras. Bukan tanah gambut ataupun sejenisnya dan pondasi ini hanya bisa digunakan untuk bangunan di atasnya yang memiliki beban tidak terlalu besar.
  • Pondasi dalam, apabila tanah yang terdapat di lokasi adalah bukan tanah yang keras dan juga mempunyai kedalaman yang cukup dalam bahkan dapat mencapai belasan atau puluhan meter dari muka tanah. Untuk pondasi dalam dapat menggunakan pondasi tiang pancang dan bor pile. Pondasi dalam ini hanya bisa diterapkan pada tanah yang lunak seperti tanah gambut ataupun sejenisnya. Dan pondasi ini juga cocok digunakan pada bangunan-bangunan dengan beban yang besar.

Dari semua jenis-jenis pondasi diatas tentunya, memiliki kelebihan ataupun kekurangan masing-masing. Terlebih pada pondasi dalam yaitu tiang pancang dan bor pile. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan pada pondasi tiang pancang dan bor pile :

Tiang Pancang

Kelebihan :

  • Waktu pengerjaannya lebih cepat
  • Pemancangan mudah
  • Kualitas dan mutu yang terjamin

Kekurangan :

  • Saat pelaksanaan akan menumbulkan getaran yang besar dan suara yang sangat bising. Sehingga akan menganggu lingkungan sekitar.

Bor Pile

Kelebihan :

  • Saat pelaksaannya tidak akan menimbulkan getaran dan tidak  juga menimbukan suara yang bising seperti tiang pancang.

Kekurangan :

  • Waktu pelaksanaan yang sangat lama
  • Pelaksanaan yang lebih rumit dan perlu ketelitian serta pengawasan ketat
  • Kualitas dan mutu tidak terjamin. Karena pelaksanaan dan pembuatan dilakukan dengan manual tidak menggunkan mesin cetak.

Bagi anda yang ingin tahu bagaimana cara menghitung pondasi rumah atau bangunan, berikut adalah contoh cara menghitung volume dan RAB pasangan  pondasi batu  kali. Untuk langkah-langkahnya pun hampir sama, pertama-tama yang harus dihitung yaitu volume pondasi bangunan yang akan kita bangun.

Contoh menghitung volume pondasi :

Panjang pondasi                = 10 meter
Lebar atas pondasi             = 25 cm
Lebar bawah                      = 50 cm
Ketinggian pondasi            = 60cm
Volume pondasi per meter =  (0,25 + 0,5)/ 2 x 0, 6 x 1 = 0,225 m3

Apabila panjang total pondasi ada 10 meter, maka kebutuhan totalnya yaitu : 0,225 x 10 = 2,25 m3.

Setelah menemukan volume,  yang sekarang kita hitung adalah keperluan bahan dan biaya untuk pekerjaan pondasi tersebut. Di bawah ini merupakan contoh perhitungan RAB pasangan pondasi batu kali 1 pc : 5 ps (1 semen : 5 pasir).

Koefisien (A) Satuan (B) Bahan & Tenaga (C) Kebutuhan bahan & tenaga untuk 2,25 m3 (=Ax2,25) (D) Harga Bahan & Upah (E) Biaya (=DxE) (F)
Bahan
1,200 m3 Batu Belah 15/20 2,700 93.750,00 253.125,00
136,000 Kg Portland Sement 306,000 1.312,50 401.625,00
0,544 m3 Pasir Pasang 1,224 125.000,00 153.000,00
Upah
1,500 OH Pekerja 3,375 30.000,00 101.250,00
0,600 OH Tukang Batu 1,350 42.500,00 57.375,00
0,060 OH Kepala Tukang 0,135 45.000,00 6.075,00
0,075 OH Mandor 0,169 40.000,00 6.750,00
Jumlah Total 979.200,00
Berdasarkan perhitungan di atas dapat kita ketahui bahwa biaya untuk membuat pondasi dengan volume 2,25 m3 adalah Rp. 979,200,-. Kasus di atas hanyalah contoh saja. Bentuk dan ukuran pondasi bisa berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan konstruksi.

Source:

contoh menghitung volume pondasi cakar ayam,volume pondasi cakar ayam,cara menghitung rab,contoh perhitungan biaya berdasarkan volume,https://yandex ru/clck/jsredir?from=yandex ru;search;web;;&text=&etext=1820 0phHF81sevAqqawaeLDWncOlM9yIXH-sCsEM7ZmnQmlU4A-FrOWH_NlO8Fnxrzzq 6a34ee2f5c18e418979119799b11e4b5cadf120d&uuid=&state=_BLhILn4SxNIvvL0W45KSic66uCIg23qh8iRG98qeIXme,https://yandex ru/clck/jsredir?from=yandex ru;search;web;;&text=&etext=1825 Q9ZaO7kvcwMdiukeyU0une3kLTuRoIHiODnRfvPiwTvjGQ4LthGhJOyHMMDHn2AN b49b9bf9a64a05c9c03825495df25c862640f374&uuid=&state=_BLhILn4SxNIvvL0W45KSic66uCIg23qh8iRG98qeIXme,Rumus matematik menghitung pondasi